Kota Sampit

 

images-3

Haaaaiii teman teman ..

Ketemu lagi nih 💃 kali ini saya bakal menjelaskan tentang budaya, makanan dan ciri khas kota sampit . apa sih yang terlintas difikiran kalian kalo dengar kota sampit ? Pasti yang pertama terfikir adalah tragedi mengerikan yang pernah terjadi di kota ini . Dan alhasil terkadang ada beberapa orang yang malah takut . sebenarnya tragedi tersebut terjadi karena adanya suatu keinginan untuk memiliki wilayah lain *eaaa bahasanya terlalu dramatis ini 😀 baik, daripada lama lama makin panjang ngebahasnya terus nantinya jari saya terkikis gara gara ngetik terus mendingan sekarang saya akan mulai menceritakan kebudayaan apa sih yang ada disampit ??

DAYAK CULTURE

Sungai Mentaya

       Sampit merupakan ibukota Kabupaten Kotawaringin Timur (KOTIM) di Kalimantan Tengah. Kota Sampit terletak di  tepi sungai Mentaya yang dalam bahasa dayaknya disebut batang danum kupang bulan. Sungai Mentaya ini sendiri merupakan pusat prasarana perhubungan di Kota Sampit.

Asal nama Kota Sampit itu sendiri sampai saat ini masih diyakini berasal dari seseorang yang pertama kali membuka daerah kawasan ini yaitu Datu ” Sampit ” sekitar awal 1800-an. Sebagai bukti, makam beliau dapat ditemukan di sekitar Basirih.

Kota Sampit memiliki mayoritas penduduknya orang dayak . Sehingga banyak kebudayaan yang berasal dari adat istiadat dayak. Kali ini saya akan membahas mengenai Upacara adat Simah Laut dan Tiwah 🙂

  1. Simah Laut

images-10

     Simah Laut merupakan upacara adat yang diyakini oleh masyarakat setempat sebagai wujud kepercayaan dan ketaatan terhadap kekuatan dan pengaruh kondisi sosial masyarakat. Masyarakat setempat beranggapan bahwa “apabila melaksanakan ritual simah laut, mereka akan mendapatkan imbalan berupa hasil kekayaan ikan yang melimpah dan sawah ladang petani mendapat hasil yang cukup”.

Simah Laut ini biasa dilaksanakan di Pantai Ujung Pandaran yang terletak di Teluk Kota Sampit. Ritual ini dilakukan dengan cara mengangkat perahu yang berisi sajen mendekati pantai . Dari arah laut, perahu perahu nelayan menjemput sajen tersebut . Dikawal perahu-perahu nelayan, perahu berisi sajen itu diangkat ke sebuah kapal kayu. Kemudian, kapal tersebut dilayarkan menjauhi pantai, sekitar satu kilometer dari bibir pantai.

2. Tiwah

images-15

images-17

Tiwah atau yang biasa disebut Magah Salumpuk liau Uluh Matei merupakan Upacara sakral terbesar yang dilakukan untuk mengantarkan jiwa atau roh manusia yang telah meninggal dunia  menuju tempat yang dituju yaitu Lewu Tatau Dia Rumpang Tulang, Rundung Raja Dia Kamalesu Uhate, Lewu Tatau Habaras Bulau, Habusung Hintan, Hakarangan Lamiang atau Lewu Liau yang letaknya di langit ke tujuh. Lewu itu sendiri diartikan sebagai Surga yang suci.

Prosesi Tiwah dilakukan dengan cara menghantarkan roh leluhur yang telah meninggal dunia ke alam baka dengan cara menyucikan dan memindahkan sisa jasad dari liang kubur menuju sebuah tempat yang bernama sandung . Upacara Tiwah bagi suku dayak merupakan pekerjaan yang tidak mudah, prosesnya memerlukan persiapan yang panjang dan cukup rumit . Karena bisa memakan waktu berhari-hari bahkan bisa sampai satu bulan lebih namanya.

Sekian informasi yang bisa saya sampaikan kepada teman teman, mungkin saat kalian membaca artikel ini ada perasaan ngeri dengan adat ritual yang dilakukan oleh suku daerah saya. Mungkin kalian juga akan berfikir bahwa orang orang yang berasal dari Sampit mengerikan . Padahal orang orang sampit sangat ramah kok, mereka menjunjung tinggi kerja sama/gotong royong. Saling peduli antar sesama, kaya saya ini lho hehe :3 intinya pesan dari saya jangan pernah memandang sebelah mata terhadap suatu daerah hanya karena mendengar omongan atau bahkan cerita cerita dari orang lain yang belum tentu benar 🙂

 

sumber :

http://mrizqiarfiansyah.blogspot.co.id/2014/08/tentang-sampit-budaya-makanan-dan-ciri.html

 

Leave a Reply